BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Selasa, 17 Juni 2014

oriflame

Iseng iseng ikutan oriflame juga ni.. gara gara pengen nutrishake dengan harga hemat ya.. selain itu ya gara gara liat fb tiap hr juga.. yuk yg mau ikutan oriflame atau belanja boleh ya check katalog ku di ecatalogue.oriflame.co.id/patricia_imelda keren keren loh jangan lupa klik link www.dbc-network.com/bisniscantikpatricia98

Minggu, 15 Juni 2014

berkah herbal

Zaman sekarang lagiobat herbal lagi naik daun loh.. aman dikonsumsi daripada obat yg mengandung bahan kimia. pemakaian rutin akan mendatangkan hasil memuaskan. Kenapa ga coba obat herbal kami?

Jumat, 13 Juni 2014

Baju keren harga menarik, mau? bisa mendatangkan duit juga loh

Hari gini masih kena macet buat belanja, belom copetnya, belom capenya, ke PALOMA SHOPWAY STORE aja.. Semuanya ada mulai dari pakaian sampai keperluan rumah tangga, tanpa harus repot tinggal sms saja langsung deh. Atau mo jadi member boleh, cukup bayar Rp.50.000 sudah dapat katalog, tas, kartu member. Nanti dapat Diskon sampai 30% untuk semua Produk...ayo segera sebelum Keduluan yang lain..... PALOMA SHOPWAY adalah perusahaan yang mendistribusikan produk fashion berkualitas dengan menggunakan sistem penjualan berjenjang atau MLM (Multi Level Marketing) seperti : pakaian, sepatu, sendal, jam tangan, produk anak & bayi, aksesoris, baju muslim dan lain-lain. Anda tidak perlu membuka toko atau berjualan dipasar-pasar, cukup dengan menjadi anggota/member anda sudah bisa berjualan. Pendaftaran hanya 50rb (belum termasuk ongkir). Beminat menjadi member hubungi : 087895943640

Kamis, 12 Juni 2014

Ini Dia 3 Zat Berbahaya yang 'Tersembunyi' di Pakaian Bayi dan Anak

Bayi dan anak memiliki kulit yang lebih rentan terhadap iritasi dan lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Oleh sebab itu, harus diperhatikan dengan seksama kualitas pakaian bayi dan anak sebelum dibeli. "Ini tidak main-main, pertanggungjawabannya untuk kesehatan bayi dan anak. Terdapat tiga bahan yang harus diwaspadai, di antaranya zat warna AZO, kadar formaldehida dan kadar logam terekstrasi," papar Quri Siti Mirah, DPS, Kepala Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi Balai Besar Tekstil. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers 'Velvet Junior Health: Musuh dalam Pakaian Bayi, Amankah Pakaian Bayi Anda?', yang diselenggarakan di Oakwood Residences, Jl Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/6/2014). Zat warna AZO merupakan zat warna yang mengandung gugus N=N pada struktur molekulnya, yang berfungsi sebagai gugus pembawa warna (gugus kromofor). Zat warna tersebut bila tereduksi akan menghasilkan senyawa amina aromatik, yang kemudian dapat menyebabkan kanker. "Zat AZO berbahaya untuk kulit bayi, walaupun tidak semuanya. Zat ini mengandung aril amin yang kalau sampai terpecah berbahaya bagi kulit anak. Ya, lebih ke arah karsinogen. Terutama bagi kain-kain berwarna, yang putih sih tidak," ungkap Quri. Formaldehida sendiri adalah senyawa yang mudah menguap dan digunakan secara luas di industri tekstil dan pakaian sebagai resin penyempurnaan. Kandungan formaldehida jika melebihi batas pada kain dapat mengakibatkan iritasi pada selaput lendir, peradangan pada sistem manusia, peradangan pada kulit dan risiko kanker. "Sementara logam terekstrasi kalau jumlah di atas kadar maka juga harus diwaspadai. Itu bisa dianggap produknya gagal dan tidak boleh beredar," lanjutnya. Nah, dengan adanya Peraturan Menteri Perindustrian RI No 07/M-IND/PER/2/2014 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pakaian bayi dan anak per 17 Mei 2014, maka setiap produsen dan importir pakaian bayi di Indonesia wajib hukumnya untuk mencantumkan SNI 7617:2013. Syarat sertifikasi SNI untuk zat AZO adalah bila kurang dari 20 mg/kg; formaldehida bila kurang dari 20 mg/kg; sementara untuk kadar logam terektrasi terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya maksimal kadmium 0,1 mg/kg; tembaga 25 mg/kg; timbal 0,2 mg/kg; dan nikel 1 mg/kg.

Rabu, 04 Juni 2014

booknity

ada cara baru loh temen.. untuk mendapatkan penghasilan dengan mudah..dan modal sedikit yaitu dengan ikutan www.booknity.com/aimee80. Cuma modal Rp. 100.000,- anda bisa mendapatkan banyak keuntungan mlimpah.. tunggu apalagi. segera ambil posisi

Selasa, 03 Juni 2014

moorlife

Selasa, 27 Mei 2014

Penyebab gigi ngilu

Dalam bahasa medis, gigi sensitif gangguan kesehatan karena rusaknya lapisan luar (email) gigi sehingga lapisan tengah gigi (dentin) terbuka. Ketika itu terjadi, rangsangan yang berasal dari makanan atau minuman yang terlalu manis, asam, dingin atau panas dapat mengenai saraf gigi. Akibatnya, Anda merasakan ngilu yang sangat tajam walau sesaat. Pertanyaan yang kemudian muncul, mengapa email gigi bisa rusak? Ada beberapa musabab rusaknya email: 1. Perisai gigi adalah email. Perisai itu bisa rusak jika mendapat tekanan kuat dan berulang dalam waktu lama. Itu terjadi saat Anda menyikat gigi terlalu "brutal". Maksudnya, Anda menggosok gigi dengan tekanan kuat. Atau menyikat gigi dengan pola vertikal (naik turun) dengan kuat. Akibatnya sikat itu menekan gusi, sehingga permukaan gusi menurun, dan leher gigi terkuak. "Saat menyikat gigi terlalu keras dengan pasta gigi yang bersifat abrasif, lama-lama email akan tergerus. Dentin tidak terlindung. Rentan terhadap rangsangan dari luar. Ingat, gigi itu salah satu organ tertua tubuh kita. Ia tak bisa diperbarui. Hanya bisa dirawat. Penyikatan yang keras dalam kurun waktu lama salah satu pemicu gigi sensitif. Waktu lama itu berapa tahun, belum ada riset yang menjelaskan. Tapi berdasarkan penelitian yang pernah saya baca, mayoritas penderita gigi sensitif diidap oleh mereka yang berusia 30 sampai 40 tahun," imbuh Jehezkiel. 2. Perawatan pemutihan gigi bisa menyebabkan gigi sensitif. Atau penggunaan pasta gigi untuk memutihkan. Jehezkiel menyebut, "Pasta gigi yang memutihkan, mengandung bahan pemutih. Bersifat lebih menggerus daripada pasta gigi biasa. Ia bersifat abrasif, meluruhkan lapisan luar gigi agar lapisan permukaan gigi yang di dalamnya, yang warnanya lebih putih, terlihat". 3. Kebersihan mulut yang tak terjaga membuat sisa makanan menumpuk di sela-sela gigi. Bakteri di plak bisa menyebabkan radang gusi. Lambat laun dentin gigi terbuka. Gigi menjadi sensitif.